Karena tren belajar di luar negeri pada usia yang lebih muda menjadi semakin populer, semakin banyak keluarga yang khawatir tentang kesesuaian pergi ke luar negeri pada tingkat sekolah menengah pertama. Dibandingkan dengan sekolah menengah atas atau bahkan universitas, siklus persiapan untuk belajar di luar negeri bagi siswa SMP lebih panjang dan ada lebih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Meskipun anak-anak masih muda dan mudah beradaptasi, mereka membutuhkan dukungan dari keluarga mereka. Baik itu persiapan akademis, bahasa, psikologis, dan persiapan hidup, harus direncanakan sebelumnya. Dalam artikel ini, kami akan fokus pada beberapa poin penting, seperti waktu, pembelajaran bahasa, materi aplikasi, dan kerja sama keluarga, untuk membantu Anda mempersiapkan diri dalam mengirim anak Anda untuk belajar di luar negeri.Pergi ke luar negeri untuk sekolah menengah pertamaorang tua untuk memberikan saran jalur yang jelas.
I. Bagaimana cara memilih waktu untuk pergi ke luar negeri? Poin-poin penting yang perlu diketahui
Untuk siswa yang berencana pergi ke luar negeri di sekolah menengah pertama, waktu menentukan kecepatan dan kedalaman persiapan. Orang tua disarankan untuk mulai mempersiapkan setidaknya 1-2 tahun sebelumnya, lebih awal lebih baik untuk mendapatkan respon yang nyaman.
1. Sekolah Dasar Tingkat Atas: Pembentukan Niat Awal untuk Belajar di Luar Negeri
-
Apakah anak memiliki kemampuan untuk hidup mandiri?
-
Apakah ada kesediaan untuk menerima sistem pendidikan asing?
Tidak disarankan untuk terburu-buru mengambil tindakan pada tahap ini, tetapi amati kepribadian, kemampuan belajar, dan kematangan psikologis anak.
2. Tahun pertama hingga kedua: periode persiapan awal
-
Tentukan negara target dan jenis sekolah (asrama, umum, internasional)
-
Memulai persiapan untuk program studi bahasa (TOEFL, IELTS, Duolingo, SSAT, dll.)
3. Tahun kedua hingga ketiga sekolah menengah pertama: periode pendaftaran terpusat
-
Pengajuan materi aplikasi, surat rekomendasi, transkrip nilai, dll.
-
Pesan ujian masuk atau wawancara dan selesaikan proses visa
4. Sebelum dan sesudah akhir tahun ketiga sekolah menengah pertama: transisi adaptif
-
Konstruksi psikologis, pelatihan keterampilan hidup
-
Cari tahu tentang akomodasi dan rencanakan kepulangan liburan Anda
Kedua, persiapan bahasa tidak sesederhana menghafal kosakata.
Keterampilan bahasa adalah kunci untuk transisi yang lancar bagi siswa sekolah menengah yang belajar di luar negeri. Banyak siswa yang maju dengan cepat dalam membaca dan mendengarkan, tetapi berbicara dan menulis cenderung terhambat, terutama dalam wawancara dan ekspresi di kelas.
1. Menetapkan tujuan bahasa secara bertahap
-
Tahap IMeletakkan dasar-dasar, dengan fokus pada penguasaan kosakata dan tata bahasa
-
Tahap IIPenguatan rasa bahasa melalui buku-buku asli, film dokumenter, dll.
-
Tahap IIIPartisipasi dalam wawancara tiruan, latihan menulis, berbicara dengan guru asing
2. Memilih ujian yang tepat
-
Arah ASDirekomendasikan untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Tes Bahasa Inggris SSAT, TOEFL atau Duolingo.
-
Arah InggrisSebagian besar sekolah menengah menerima tes bahasa Inggris UKiset atau Cambridge.
-
Kanada/AustraliaDapat mempersiapkan diri untuk SLEP atau tes internal yang ditentukan sekolah
Penting untuk diingat untuk tidak hanya berfokus pada nilai, tetapi yang lebih penting adalah untuk memungkinkan anak Anda menggunakan bahasa secara alami dalam komunikasi yang nyata.
C. Bagaimana materi aplikasi dapat dipersiapkan agar terlihat menonjol?
Siswa sekolah menengah pertama biasanya diminta untuk menyediakan dokumen-dokumen berikut saat mendaftar ke sekolah di luar negeri:
-
Transkrip (2-3 tahun terakhir)
-
Surat rekomendasi dalam bahasa Inggris (guru kelas atau guru mata pelajaran)
-
Surat pernyataan pribadi (persiapan bersama orang tua/siswa)
-
Dokumen seperti paspor, akta kelahiran, catatan vaksinasi, dll.
Orang tua disarankan untuk membimbing anak-anak mereka untuk berpartisipasi aktif dalam persiapan materi, sehingga mereka lebih sadar mengapa mereka belajar di luar negeri dan pertumbuhan seperti apa yang mereka harapkan, daripada menyerahkan semuanya kepada orang tua mereka.
Selain itu, banyak sekolah yang mengadakan wawancara secara online atau di tempat untuk menguji ekspresi, kesadaran diri, dan tingkat pemikiran mandiri siswa. Latihan tiruan dapat digunakan untuk membantu membangun kepercayaan diri anak Anda.

Keempat, kerja sama keluarga adalah kuncinya, dan persiapan psikologis tidak boleh diremehkan.
Belajar di luar negeri pada usia dini bukan hanya untuk anak saja. Kerja sama keluarga secara keseluruhan memainkan peran penting dalam keseluruhan proses.
1. Pola pikir orang tua yang harus disesuaikan
Banyak orang tua yang tidak ingin anaknya pergi ke luar negeri, tetapi mereka ingin anak mereka "melompat ke depan". Sebelum mengambil keputusan, Anda harus berkomunikasi secara penuh dan menghormati pemikiran anak Anda yang sebenarnya. Jika titik awalnya adalah untuk "melepaskan diri dari tekanan pendidikan dalam negeri", efeknya sering kali kontraproduktif.
2. Menumbuhkan rasa kemandirian
Perawatan diri, manajemen waktu, komunikasi interpersonal ...... tidak semuanya merupakan keterampilan yang dapat dikembangkan dalam semalam. Para orang tua disarankan untuk melakukan "studi tiruan di luar negeri" enam bulan sebelumnya: biarkan anak Anda mencoba mengatur hari-harinya secara mandiri, menangani keadaan darurat sederhana, dan membangun rasa tanggung jawab yang mendasar.
3. Dukungan emosional yang berkelanjutan
Meskipun anak Anda sudah tinggal di luar negeri, penting bagi orang tua untuk menjaga hubungan emosional yang stabil dan menghindari "hanya peduli pada nilai, bukan suasana hati". Kehangatan dan pengertian keluarga sangat dibutuhkan selama masa penyesuaian awal.
V. Bagaimana cara mengartikulasikannya di masa depan? Rute menuju pendidikan tinggi tidak dapat diputuskan
Setelah anak Anda berhasil masuk ke sekolah menengah pertama di luar negeri, ada juga fokus pada jalur masa depan ke pendidikan tinggi:
-
Apakah ini sekolah menengah?
-
Apakah ini sesuai dengan sistem kurikulum A-Level, IB, dan AP?
-
Apakah universitas lokal atau universitas global yang sedang dipertimbangkan?
Semakin dini Anda merencanakan, semakin Anda dapat menghindari kebingungan saat berpindah jalur. Orang tua dapat berkomunikasi dengan guru sekolah secara teratur untuk memahami kinerja anak-anak mereka, atau berkonsultasi dengan konselor profesional untuk studi lebih lanjut guna merencanakan perkembangan selanjutnya.