Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang usia menengah ke atasimigranKetika seseorang memilih untuk menetap di Jepang, tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah bagaimana mendobrak "tembok bahasa" dan mendapatkan penerimaan dari orang-orang di sekitar mereka. Artikel ini berfokus pada kelompok paruh baya dan kelompok usia lanjut, dan memberikan panduan praktis untuk diterima, mulai dari belajar bahasa Jepang hingga integrasi sosial, sehingga Anda dapat memanfaatkan waktu Anda sebaik mungkin di Jepang.Kehidupan sebagai imigran di JepangLebih halus dan lebih mantap.
I. Menentukan dengan tepat: Memilih jalur belajar bahasa Jepang yang tepat untuk Anda
Bagi pekerja migran usia menengah dan tinggi, "kelas intensif penuh waktu" tradisional sering kali memakan waktu dan tenaga, serta tidak sesuai dengan kesibukan keluarga dan pekerjaan. Disarankan untuk memulai dengan dua aspek berikut:
-
Pembelajaran berdasarkan minatKursus yang dipilih untuk menggabungkan skenario kehidupan sehari-hari, seperti memasak bahasa Jepang dan bahasa Jepang medis, sehingga lebih mudah untuk menerapkannya dengan cepat dalam percakapan sehari-hari.
-
Ukuran kelas kecil + kerja sama onlineUkuran kelas yang kecil memastikan interaksi, dan kelas online memungkinkan penjadwalan yang fleksibel untuk mengurangi stres dalam perjalanan.
Dengan mengikuti kelas N3 atau N2 pada Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (JLPT), Anda tidak hanya akan membangun fondasi untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga mendapatkan poin untuk visa atau mencari pekerjaan.
II. Akulturasi: dari "menjadi pengamat" menjadi "menjadi peserta"
Suasana sosial di Jepang adalah salah satu dari "harmoni dan perbedaan", dan imigran di usia pertengahan dan senior cenderung mengalami gegar budaya yang lebih kuat. Rekomendasi
-
Partisipasi dalam kegiatan masyarakatMisalnya, di festival musim panas, acara olahraga, dan perguruan tinggi lansia, Anda dapat bekerja sama dengan penduduk setempat untuk mempersiapkan atau menjadi sukarelawan di acara-acara di mana Anda dapat melatih bahasa Jepang Anda dan merasakan suasana "keluarga besar".
-
Masuk ke dalam tradisiRitual, festival kuil, upacara minum teh, dan pengalaman Shudo, semuanya memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai di balik ritual tersebut.
Terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya menjembatani kesenjangan, tetapi juga memungkinkan Anda untuk menjalin pertemanan dengan penduduk setempat dan mendapatkan pemandu budaya "tersembunyi".
III. Jejaring sosial: membangun lingkaran "gotong royong + saling belajar"
Pembelajaran bahasa berjalan seiring dengan penerimaan sosial, dan kekuatan teman dan rekan kerja tidak dapat diabaikan:
-
Mitra pertukaran bahasaBerpasangan dengan penutur asli bahasa Jepang melalui SNS atau pusat pertukaran internasional setempat untuk belajar bahasa Mandarin dan Jepang satu sama lain.
-
kelompok kepentinganKelompok dengan minat yang sama, seperti fotografi, hiking, berkebun, dll., sering kali menjadi tempat yang tepat untuk berlatih bahasa Jepang secara alami dan membantu membangun ikatan emosional.
-
Sistem "Mentor" dalam perusahaanJika Anda memiliki sistem mentor di perusahaan Anda, berinisiatiflah untuk meminta nasihat tentang kehidupan di luar pekerjaan, tunjukkan sikap dan rasa hormat Anda untuk belajar.
IV. Kisah sukses: bagaimana mereka memecahkan kebekuan untuk integrasi
-
Bapak Zhang (55 tahun)Dia adalah mantan insinyur IT yang bergabung dengan klub catur lokal setelah datang ke Jepang dan belajar bahasa Jepang sambil bermain catur. Dalam waktu enam bulan, JLPT-nya naik dari N4 ke N2, dan anggota klub merekomendasikannya untuk mengerjakan proyek sampingan sebagai penerjemah.
-
Ibu Li (48 tahun)Setelah menetap di Hokkaido, ia muncul di program TV lokal yang disebut "Home Garden", di mana ia mendemonstrasikan masakan Cina sambil menjelaskannya dalam bahasa Jepang, dan dengan cepat memenangkan hati para pemirsa, menjalin pertemanan dengan banyak pertanian dan mendapatkan green pass.
Kasus ini menunjukkan kepada kita: temukan "titik masuk" Anda sendiri, kombinasikan minat dan pembelajaran, untuk memanen bahasa dan jaringan dalam waktu sesingkat mungkin.
V. Sumber daya praktis dan rekomendasi untuk pendaratan
-
Pusat pertukaran mata uang internasional setempatPelajaran bahasa Jepang gratis, pengalaman budaya, dan nasihat hukum semuanya tersedia, jadi pastikan untuk sering memeriksanya.
-
Perpustakaan + sumber daya InternetMajalah dwibahasa dan siaran radio Jepang yang mudah digunakan seperti NHK Easy membuat pembelajaran yang efektif dengan cara yang terfragmentasi.
-
Konseling juru tulis administrasiBertemu dengan para profesional terlebih dahulu mengenai masalah medis, pajak, dan visa untuk menghindari kesalahpahaman karena kendala bahasa.
Meskipun masyarakat Jepang sangat menjunjung tinggi kesopanan dan ketertiban, mereka juga sangat menyukai keragaman dan inovasi. Dewasa Menengah dan AtasBerimigrasi ke JepangSelama Anda memiliki pola pikir yang benar, memanfaatkan sumber daya dengan baik, dan menekankan pada pembelajaran bahasa dan pengalaman budaya, Anda akan dapat memenangkan rasa hormat dan penerimaan dari orang-orang di sekitar Anda. Dengan menguasai tiga kunci "bahasa Jepang + partisipasi + sosialisasi", Anda akan dapat mengakar di negara asing dan mengantar kehidupan Anda sendiri di "rumah kedua" Anda.