Dengan Thailand yang menjadi populer di tingkat globalimigransemakin banyak orang yang memilih untuk pindah ke negara tropis ini. Namun, karena kurangnya pemahaman tentang kebijakan imigrasi dan budaya lokal, banyakimigran baruSangat mudah untuk terjebak dalam beberapa kesalahpahaman umum selama proses persiapan. Kesalahpahaman ini dapat menyebabkan penundaan aplikasi, beban keuangan tambahan, dan bahkan mempengaruhi kualitas hidup setelah imigrasi. Posting ini akan membahas tentangImigrasi ke Thailandkesalahpahaman umum dan menawarkan saran praktis untuk membantu Anda menghindari kesalahan ini dan membuat perjalanan imigrasi Anda lebih lancar.
Kesalahpahaman 1: Berpikir bahwa Anda dapat tinggal untuk waktu yang lama dengan visa on arrival atau visa turis
Banyak orang mengira bahwa jika mereka memiliki visa on arrival atau visa turis untuk Thailand, mereka dapat tinggal di sana untuk waktu yang lama, tetapi sebenarnya ini adalah kesalahpahaman.
kenyataan::
Visa on arrival dan visa turis hanya mengizinkan kunjungan singkat, biasanya antara 15 dan 60 hari, tergantung jenis visa dan kebijakan negara. Jika masa tinggal yang diizinkan terlampaui, maka dianggap sebagai tempat tinggal ilegal dan dapat dikenai denda atau deportasi.
Larutan::
Bagi Anda yang berencana untuk tinggal dalam jangka waktu yang lama, Anda harus memilih jenis visa jangka panjang yang sesuai, seperti Visa Pensiun (Visa O-A Non-Imigran), Visa Kerja (Visa B Non-Imigran), atau Visa Elite (Visa Elite Thailand).
Mitos 2: Meremehkan kerumitan aplikasi visa
Banyak orang beranggapan bahwa pengajuan visa adalah proses yang mudah sebelum beremigrasi, tetapi kebijakan visa Thailand sangat rumit dan penuh dengan detail.
kenyataan::
Jenis visa yang berbeda memiliki persyaratan yang berbeda pula, seperti bukti keuangan, asuransi kesehatan, dan bukti catatan kriminal yang bersih. Jika Anda tidak mempersiapkan diri dengan baik, kemungkinan besar aplikasi Anda akan gagal karena kurangnya dokumen yang diperlukan.
Larutan::
Ketahui terlebih dahulu persyaratan spesifik dari jenis visa yang Anda tuju dan pastikan semua dokumen sudah lengkap. Jika tidak yakin, mintalah bantuan agen imigrasi atau pengacara profesional untuk memastikan aplikasi Anda lolos.
Mitos 3: Mengabaikan perbedaan bahasa dan budaya
Banyak imigran percaya bahwa Thailand adalah negara yang sudah terinternasionalisasi dan bahasa serta budaya tidak akan menjadi masalah, namun pada kenyataannya, hambatan bahasa dan budaya dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan.
kenyataan::
Meskipun bahasa Inggris lebih sering digunakan di daerah wisata, dalam kehidupan sehari-hari, terutama di daerah-daerah yang lebih terpencil, sebagian besar orang Thailand hanya berbicara dalam bahasa Thailand. Selain itu, Thailand memiliki budaya dan etiket sosial yang unik, seperti penghormatan yang tinggi terhadap Raja dan agama. Kegagalan dalam memahami perbedaan budaya ini dapat menyebabkan kesalahpahaman atau masalah yang tidak perlu.
Larutan::
- Pelajari kosakata dasar bahasa Thailand dan frasa sehari-hari;
- Hormati praktik budaya setempat, seperti berpakaian sopan di kuil dan melepas sepatu saat memasuki rumah;
- Aktiflah dalam komunitas dan pelajari cara hidup orang Thailand.
Mitos 4: Meremehkan biaya hidup
banyak orangImigrasi ke ThailandHal ini karena biaya hidupnya yang relatif rendah, tetapi meremehkan beberapa biaya tersembunyi dapat menyebabkan pembengkakan anggaran.
kenyataan::
Meskipun biaya dasar hidup di Thailand rendah, di beberapa daerah (misalnya sekolah internasional, barang impor, perawatan kesehatan swasta, dll.) biayanya bisa lebih tinggi dari yang diperkirakan. Terutama di kota-kota populer seperti Bangkok dan Chiang Mai, biaya hidup mungkin lebih tinggi daripada di daerah pedesaan.
Larutan::
- Buatlah anggaran yang terperinci sebelum emigrasi, yang mencakup biaya tempat tinggal, transportasi, perawatan medis, asuransi, dll;
- (b) Memilih tempat tinggal yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, memilih kota yang bukan daerah wisata dapat mengurangi biaya hidup;
- Jelajahi pasar lokal dan kurangi ketergantungan pada barang impor.
Mitos #5: Mengabaikan Pentingnya Asuransi Kesehatan dan Medis
Beberapa imigran merasa bahwa perawatan medis di Thailand murah dan oleh karena itu mereka tidak mengambil asuransi kesehatan. Namun, keputusan ini dapat menyebabkan tekanan finansial yang besar jika terjadi kecelakaan.
kenyataan::
Meskipun sistem perawatan kesehatan di Thailand berkualitas tinggi dan terjangkau, biaya untuk penyakit berat atau operasi darurat tidak boleh diremehkan. Selain itu, banyak visa jangka panjang yang mengharuskan pemegangnya memiliki asuransi kesehatan.
Larutan::

- Beli asuransi kesehatan dengan cakupan yang komprehensif untuk memastikan rawat inap, rawat jalan, dan perawatan darurat;
- Teliti perbedaan antara rumah sakit umum dan swasta di Thailand dan pilihlah perawatan medis yang tepat untuk kebutuhan Anda.
Mitos 6: Mengabaikan kewajiban pajak dan hukum
Banyak pekerja migran meremehkan kewajiban pajak dan risiko hukum yang menyertai migrasi, seperti apakah mereka perlu mengajukan pengembalian pajak untuk bekerja di Thailand atau apakah mereka masih harus memenuhi kewajiban pajak di negara asal setelah migrasi.
kenyataan::
Penduduk Thailand dikenakan pajak penghasilan berdasarkan pendapatan. Selain itu, perlakuan terhadap pendapatan internasional mungkin relevan dengan kebijakan pajak negara asal. Jika Anda tidak mengetahui undang-undang yang relevan, Anda mungkin menghadapi hukuman finansial.
Larutan::
- Konsultasikan dengan penasihat pajak profesional untuk mempelajari kebijakan pajak Thailand dan perjanjian pajak dengan negara asal Anda;
- Lengkapi SPT yang diperlukan tepat waktu untuk menghindari masalah hukum atas pajak yang belum dibayar.
Mitos 7: Gagal merencanakan masa pensiun atau program penyelesaian jangka panjang
Beberapa orang beranggapan bahwa mereka dapat dengan mudah menemukan tempat tinggal, teman, atau lingkungan yang tepat setelah berimigrasi, tetapi kegagalan untuk membuat rencana ke depan dapat membuat perbedaan besar dalam kualitas hidup.

kenyataan::
Kehidupan masa pensiun dan pemukiman jangka panjang membutuhkan pertimbangan banyak aspek seperti perumahan, lingkungan sosial, dan kegiatan sehari-hari. Tanpa perencanaan yang matang, seseorang mungkin akan merasa terisolasi atau tidak nyaman.
Larutan::
- Lakukan kunjungan lokasi sebelum menyewa untuk memastikan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar;
- Bergabunglah dengan diaspora lokal atau kelompok minat untuk memperluas lingkaran sosial Anda;
- Tetapkan tujuan untuk masa pensiun, seperti mempelajari keterampilan baru atau terlibat dalam kegiatan sukarela.
Mitos 8: Berpikir bahwa Anda dapat dengan mudah mendapatkan izin tinggal permanen atau kewarganegaraan setelah imigrasi
Banyak orang berpikir bahwaImigrasi ke ThailandIzin tinggal permanen atau bahkan kewarganegaraan dapat diperoleh dengan sangat cepat, tetapi dalam praktiknya jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan.
kenyataan::
Persyaratan aplikasi untuk mendapatkan izin tinggal permanen dan kewarganegaraan di Thailand sangat ketat, dan hanya mereka yang memenuhi persyaratan tempat tinggal, kemahiran bahasa, dan keuangan tertentu yang memenuhi syarat untuk mendaftar. Selain itu, proses aplikasi kewarganegaraan bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Larutan::
- Pelajari tentang kebijakan terbaru mengenai izin tinggal permanen dan naturalisasi di Thailand;
- Persiapkan alternatif untuk tinggal jangka panjang, seperti perpanjangan visa reguler.
Kesimpulan
Imigrasi ke Thailandadalah keputusan yang menarik, tetapi sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman umum. Dengan memahami sepenuhnya elemen-elemen kunci seperti kebijakan visa, perbedaan budaya, biaya hidup, dan tanggung jawab hukum, Anda dapat merencanakan proses imigrasi dengan lebih baik dan memastikan kehidupan yang lancar dan nyaman setelah migrasi. Jika Anda tidak yakin tentang aspek-aspek tertentu, pastikan Anda berkonsultasi dengan nasihat profesional dan persiapkan setiap langkah untuk membangun fondasi yang kuat untuk kehidupan baru Anda di Thailand!