Di antara negara-negara di Asia Tenggara, Myanmar adalah "harta karun tersembunyi" yang belum sepenuhnya dikembangkan. Dengan harga yang murah, penduduk yang ramah dan kehidupan yang lambat, negara ini merupakan "rumah kedua" bagi banyak orang yang ingin melarikan diri dari kota yang penuh tekanan dan menemukan gaya hidup yang ideal. Jika Anda berpikir untuk pindah keImigrasi ke MyanmarMemilih kota yang tepat untuk pemukiman jangka panjang sangatlah penting. Dengan perbedaan yang signifikan dalam hal kemudahan hidup, lingkungan bahasa, dan perkembangan ekonomi antar kota, tidak banyak tempat yang cocok bagi ekspatriat untuk tinggal.
Dalam artikel ini, kami telah memilih tempat-tempat terbaik di Myanmar bagi para ekspatriat untuk menetap secara permanen. 10 kotaEvaluasi komprehensif ini didasarkan pada dimensi-dimensi seperti biaya hidup, keamanan, infrastruktur, komunitas ekspatriat, dan potensi pengembangan, sehingga membantu Anda mempersiapkan kepindahan Anda sebelumnya.
1. Yangon
Sebagai kota terbesar dan bekas ibukota Myanmar, Yangon memiliki infrastruktur yang relatif berkembang dengan baik, tingkat internasionalisasi yang tinggi, dan komunitas ekspatriat yang mapan. Dengan sekolah internasional, fasilitas kesehatan kelas atas, dan berbagai layanan berbahasa Inggris, Yangon adalah tempat yang tepat bagi mereka yang ingin menjalani kehidupan yang nyaman tanpa kehilangan cita rasa lokal.imigran.
Alasan yang DisarankanDengan fasilitas terbaik dan banyak kesempatan untuk bekerja dan berwirausaha, ini adalah lokasi yang disukai oleh sebagian besar ekspatriat untuk menetap.
2. Mandalay
Kota terbesar kedua di Myanmar, dengan cita rasa budaya yang kuat dan harga yang sedikit lebih rendah dari Yangon. Kota ini telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan cocok untuk wisatawan muda dan paruh baya atau pengusaha yang tidak terlalu bergantung pada fasilitas perkotaan kelas atas.
Alasan yang DisarankanTradisi budaya hidup berdampingan dengan perkembangan modern bagi mereka yang mencari keseimbangan dalam hidup mereka.
3. Burson Bago
Sekitar dua jam berkendara dari Yangon, kota bersejarah dan budaya dengan kehidupan yang lambat dan konsumsi yang rendah. Ideal bagi mereka yang ingin menjauh dari hiruk pikuk kota namun tetap ingin dekat dengan kota besar.
Alasan yang DisarankanLebih dekat ke Yangon namun lebih murah, bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas namun menginginkan stabilitas.
4. Taunggyi
Ibukota Negara Bagian Shan dan pintu gerbang menuju Danau Inle. Iklim yang sejuk dan lingkungan ekologisnya telah menarik banyak relawan lingkungan dan LSM internasional untuk menetap dalam beberapa tahun terakhir.
Alasan yang DisarankanCocok untuk ekspatriat yang peduli dengan kualitas hidup dan mencintai alam dan ekologi.
5. Pegu Pyay
Terletak di tepi Sungai Ayeyarwaddy, kota tua ini indah, murah, dan meskipun infrastrukturnya biasa saja, namun laju kehidupannya sangat lambat, sehingga cocok untuk singgah dan pensiun.
Alasan yang Disarankantempat yang ideal untuk melarikan diri ke kehidupan yang lebih lambat.
6. Lashio
Dekat dengan perbatasan Cina-Burma, kota ini merupakan salah satu kota dengan populasi orang Cina yang besar. Makanan khas Tiongkok dan lingkungan berbahasa Mandarin banyak dijumpai di sini, sehingga sangat cocok bagi ekspatriat yang berbahasa Mandarin.
Alasan yang DisarankanKomunikasi bahasa yang bebas stres dan kemudahan hidup bagi mereka yang ingin berdagang di dekat perbatasan.
7. Mawlamyine
Kota terbesar keempat di Myanmar ini merupakan kota pelabuhan dengan pemandangan yang indah dan dulunya merupakan area pengembangan utama selama masa penjajahan Inggris. Infrastrukturnya relatif stabil dan cocok bagi para pekerja lepas atau pensiunan yang ingin menjauh dari kota besar.
Alasan yang DisarankanPelabuhan ini memiliki cita rasa yang kuat dan cocok untuk kehidupan yang tenang.

8. Naypyidaw
Ibu kota Myanmar saat ini memiliki kota yang tertata rapi dengan jalan-jalan yang lebar. Kota ini tidak terlalu padat penduduk dan sedikit dingin, tetapi cocok bagi para transplantasi yang lebih tua yang menyukai keteraturan dan tidak suka hiruk pikuk.
Alasan yang DisarankanBersih dan rapi, dengan infrastruktur yang canggih, tempat ini adalah pilihan bagi para pelancong yang "sederhana".
9. Myawaddy
Kota perbatasan Myanmar-Thailand, dengan perdagangan aktif dan logistik yang nyaman, telah melihat banyak pengusaha dan perusahaan e-commerce lintas batas mulai mendirikan toko dalam beberapa tahun terakhir.
Alasan yang DisarankanPengusaha ekspatriat yang cocok untuk menjalankan bisnis perbatasan.

10. Sittwe
Kota tepi pantai barat ini, meskipun tidak mudah diakses, memiliki lingkungan yang masih asli dan sumber daya laut yang melimpah, menjadikannya tempat yang ideal bagi para penggemar pelarian.
Alasan yang DisarankanJauh dari hiruk pikuk zaman modern untuk para transplantasi yang mencari ketenangan spiritual.
Imigrasi MyanmarRingkasan Rekomendasi Penyelesaian:
Pembangunan perkotaan di Myanmar sangat tidak merata dan disarankan untuk mengetahui dengan jelas tujuan Anda sebelum memilih tempat tinggal:
-
Ingin memulai bisnis? Pilihan pertama Yangon, Myawaddy
-
Ingin tinggal jauh dari rumah? Poh Sang, Dong Et, Pegu adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.
-
Ingin pensiun? Mandalay, Mawlamyine dan Nebido lebih cocok.
Selain itu, kebijakan visa, masalah bahasa dan kondisi medis dasar perlu diperhitungkan, dan disarankan untuk melakukan kunjungan ke lokasi terlebih dahulu atau berbicara dengan ekspatriat yang telah memiliki pengalaman menetap di Myanmar.